Selasa, 29 September 2009

Burung Takut "Dangdut"

Ternyata musik dangdut tidak semata untuk hiburan, tetapi dimanfaatkan untuk mengusir burung diladang. Ini banyak dilakukan di Dendang, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi.

Sebagian besar penduduk Dendang berpenghidupan sebagai petani dengan areal pertanian pasang surut. Maka, musim tanampun hanya satu tahun sekali, yang dimulai pada bulan Agustus.

Dibulan itu, para petani mulai menebarkan benih. Masa tanam padi varietas tinggi biasanya sekitar enam bulan. Celakanya, bulan itu bersamaan dengan musim berkumpulnya burung pemakan gabah. Akibatnya, tidak jarang puluhan kilogram semaian padi sering habis dilalap burung. Tak aneh, bila kemudian semaian terus-menerus dijaga dari pagi hingga petang.

Tetap para petani di daerah ini tidak kekurangan akal. Apabila Anda berkunjung ke daerah ini, maka Anda akan terkejut mendengar bunyi lantang musik dangdut dari arah semak belukar, bukannya dari dalam rumah atau tempat resepsi pernikahan. Bunyi tersebut berasal dari sebuah tape recorder lengkap dengan amplifier dan loudspeakernya. Tape dengan tenaga aki diletakkan disamping persemaian padi.

Musik sengaja dibunyikan keras-keras untuk mengusir burung pemakan gabah. Konon, upaya itu cukup manjur. Karena selama ini terbukti bahwa burung pemakan gabah hanya berani berkeliaran disekitar lokasi persemaian.

Adapula petani yang sengaja memilih berita berbahasa inggris dari radio BBC London yang sama sekali tidak dimengerti maksud beritanya. Cara inipun hanya untuk mengusir para burung pemakan gabah. Mungkin si burung tidak berani mendekat karena berpikir bunyi radio adalah suara sejumlah orang yang sedang asyik ngobrol di lokasi itu.

Ada-ada saja akal si petani...
 

Copyright © 2009 by kerupuk ikan, kerupuk, camilan, snack, keripik, oleh-oleh